Dan kesepian tidak menumbuhkan apapun, termasuk kehilangan...
Postingan
Menampilkan postingan dari Mei, 2022
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Ardi Suryanto
untuk hal-hal yang berkelebat sepanjang malam, pertanyaan-pertanyaan yang belum juga menemui jawaban, kecemasan yang berjuntaian di kepala dan dada, sedih-sedih yang belum menemui titik sudah, tangis-tangis yang diredam agar mereka tak merasa kasihan, dan hal-hal lain yang belum dapat terungkap seluruhnya. aku harus mengatakan apa? aku juga sedang lelah. aku harus apa selain lebih giat melangitkan doa-doa?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Ardi Suryanto
SEMENTARA KAU ADALAH KETIADAAN aku menemukanmu di mana-mana; di dalam doa-doa keselamatan, di bioskop yang menggelar kenangan, di tetes embun sebelum pukul enam aku menemukanmu di mana-mana; di stanza masa lalu, bangku kosong yang berbicara dengan dirinya sendiri, di jalanan kota yang menguarkan jejak-jejak kita aku menemukan tubuhku meringkuk di bak mandi menelan air tubuhku sendiri sampai tenggelam mengeja namamu di malam-malam keheningan aku menemukan tubuhku yang lain bersandar di jendela sambil menatap mata bulan penuh pilu menenun rindu untuk aku kalungkan pada temu ; sementara kau adalah ketiadaan ketika aku berperang dengan kerinduan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Ardi Suryanto
RENTANG KENANG DAN KERINDUAN ketika teringat seluruhmu, aku pergi mengunjungi puisi -dengan tinta-tinta yang membalur ragaku. aku membayangkan kau duduk dan membaca puisi kita. "bolehkah aku menyimpan tanganmu di saku jaketku?" pertanyaan acak menyembul dan bergumul di kepalaku. tiba-tiba bayangmu mengabur. meninggalkanku bersama barisan puisi yang ikut melebur.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Ardi Suryanto
Takdir yang termaktub dalam buku-Nya telah sampai hari ini. Kita sering menamainya sebagai kebetulan yang datang dari pertemuan-pertemuan lalu. Padahal, sesuatu tidak pernah datang dari kebetulan, termasuk rasa sayang. Sebab rasa sayang adalah tentang segalanya; perjalanan, kebersamaan, keterikatan, dan kembali pulang.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Ardi Suryanto
Kepada Kamu ada pijar semangat yang kaupinjamkan dari tubuhmu; matamu, bibirmu, luka-lakumu, jejak langkahmu, dan rindu-rindu pada yang datang dan pergi. kepada kau yang membaca buku-buku, yang bising ialah kekhawatiran yang tumbuh dan menggantung di pelupuk matamu. sedangkan nasihat ialah lagu syahdu yang keluar dari dadamu. bermukimlah; di bibir pantai, di depan sepasang jendela, di teras rumah kita, di mata bulan yang bulat, di stanza-stanza masa lalu, di batas antara ada dan tiada. sebab, aku mengenangmu di sana.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Ardi Suryanto
Tentang Kita dan Jarak Kita sama-sama tahu, kemarau yang dilalui bukan hanya sebatas tanah-tanah retak di teras rumah. Hujan yang ditadahi bukan hanya sebatas linangan rindu yang jatuh ke bumi. Lebih dari itu, kita lebih dekat menuju pintu langit yang berisi doa-doa, meski tanpa sua. Kita sama-sama tahu, bagaimana perihnya saat jarak mencambuk jiwa-jiwa yang haus temu. Nelangsanya raga saat waktu mengurung kita kala rindu. Begitu bengisnya mencabik nurani, sampai luka itu tidak sengaja hadir lagi. Kita sama-sama menerima, ketika kabar tidak selalu berkibar. Hanya bisa mengikat diri bersama sabar agar tidak berujung tengkar. Kadang, aku juga rindu bincang-bincang renyah untuk sekadar meredam resah. Kita sama-sama menanti, kapan semesta menyejajarkan ruang dan waktu untuk kita. Mengeluarkan puluhan karung rindu untuk sebungkus peluk itu, biarpun menyedihkan dalam satu waktu. Entah ujian atau titian harapan atau apapun namanya. Jarak tetap tidak bisa kita lipat seenaknya. Namun, jar...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Ardi Suryanto
Musim yang Kesepian almond memamerkan mahkotanya pagi ini. aku merentangkan ruas-ruas jari yang sudah terjahit sempurna. menyambut putiknya mengetuk telapak tanganku malu-malu. lalu aku menaburkannya di jalanan kota yang hancur. menanam benih sebagai upaya perbaikan. membentuk rasa yang baru di sela-sela jari. sementara yang subur adalah duka yang lekat di kepalaku. aku juga melihat kelinci-kelinci kecil di balik pohon tumbang. memamerkan gigi-gigi mereka yang tanggal. pada seorang perempuan yang menggenggam rahasia. saat april sudah mulai bersuara. sebab dikatakannya memeluk diri sendiri bukanlah sebuah kepiluan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Ardi Suryanto
Lampu-lampu kota berpendar di sekeliling tubuhku. menyoroti perasaan yang telanjang -malam ini aku lupa memasang kepura-puraan. aku biarkan mata gelandangan menamparku, seperti gumpalan kertas yang dibuang. Di antara hingar-bingar cahaya yang berkejaran, aku tersisa sebagai satu-satunya kegelapan. aku menyeduh puisi ini, menambahkan calmomine mereda sisa tangis sialan. lalu menuangkan keramaian, walau yang mengisi adalah barisan kesepian. Aku menunggu orang asing kemari, menyematkan berita tentang sebuah pagi yang belum pergi. atau berbisik agar lebih erat membekap tangisan sendiri. sial, ramai bukan salah satu jalan menuju kembali. Aku tetap hancur, digempur luka yang seringkali muncul. - Ardi Suryanto -